NOVEL " TRAVEL ADDICT "
Chapter 3
HAL YANG TAK TERDUGA
Kami pun pulang dengan perasaan senang gembira rasa lelah yang sudah terbayarkan tadi oleh pemandangan indah dari Danau Kelimutu, Pulau Komodo, Gili Laba rasanya tidak ingin meninggalkan tempat itu. Dan akhirnya kami pulang ke hotel untuk bersih-bersih dan beristirahat sejenak. Lalu kami pun nongkrong di kafe melepaskan kepenatan kuta setelah perjalanan tadi. Tempat yang kami kunjungi itu kafe yang terkenal di NTT namanya kafe Soompi. Kafe ini menjajakan makanan yang enak dan berbagai varian kopi dan tempatnya sangat instagram-able banget. Kami akan memesan kopi dan pizza karena pizza adalah makanan favorit kami berempat.
“ Mbak!!” Reza memanggil pelayan itu.
“ Iya mas, mbak, mau pesan apa ? “ Jawab pelayan itu.
“ Saya pesan 1 hot chocolate, 2 American, 1 Cappucino, dan pizza 4 porsi ya mbak!” Jawabku.
“ Oke mbak tunggu ya!” Kata pelayan itu dengan tersenyum ramah
Ketika kami sedang menunggu makanan kami mengobrol dan melihat lihat foto yang kita abaikan tadi di Danau Kelimutu, Pulau Komodo, dan Gili Laba. Ketika kami sedang asyik kami melihat seorang lelaki menghampiri kami dengan wajah tersenyum ramah.
“ Hai!!” Vino menyapa kami.
“ Hai!!” kami jawab dengan muka bingung.
“ Perjalanan tadi seru ? “ Tanya Vino kepada kami.
“ Ya!! Tapi mengapa kamu disini Vin? “ Tanya Giza kepada Vino.
Ketika itu juga makanan telah selesai dan di antarkan oleh seorang pelayan.
“ Permisi pak.” ,ujar pelayan tersebut.
“ Ya silahkan!” , jawab Vino dengan ramah.
“ Ini hidangan nya mbak, mas selamat menikmati! Permisi bos.” Ujar pelayan itu kepada Vino.
Kami semua bengong. Dan terdengar suara cempreng menganggu lamunan kami.
“ Oh jadi kamu ya pemilik kafe ini kan ?” Tanya Giza.
“ iya hehe.” Ucap dia.
Vino adalah pemilik kafe Soompi ini. Dia adalah pengusaha muda yang sukses yang mempunyai kafe yang sudah mempunyai cabang dimana-mana.
“ Selamat makan selamat menikmati!” Ucap Vino.
“ Eh iya Vin, sini gabung, kita kan gapernah ngobrol . Ayo sini!!” ujar Reza.
“ iya Iya, boleh nih aku ikut gabung?” Tanya Vino memastikan.
“ Bolehlah gak akan kita gigit ko! HAHA” Ucap Reza.
“ Ayo sini!” ujarku.
Dari situ kami mengobrol saling tukar pikiran tentang pengalaman yang dialami masing-masing. Setelah itu kami menjadi dekat dengan Vino. Vino itu orangnya baik kok, di cepat akrab dengan siapa saja dia humble banget sih orangnya. Dan setelah itu kami pulang ke hotel untuk beristirahat. Saat dikamar Hp gue bunyi.
Klinggg!!! Suara Whatsapp hp gue.
Satu pesan belum terbaca.
“ Hai, udah nyampe hotel Tha? “ Tanya Vino dalam pesan singkatnya.
“ Udah Vin.” Jawabku membalas chat Vino.
Karena gue sekamar sama Giza dia bisa melihat diriku senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Dan akhirnya dia menanyakan ini pesan dari siapa?.aku menjawab Vino dengan malu-malu. Giza dengan wajah menggodanya dan muka dia terlihat senang karena sejak SMA ga ada yang berani menganggu nihh. Karena selama ini gue anaknya sedikit tomboy.
Nada dering Whatsapp pun berulang berdering.
“ Boleh kan kamu keluar sebentar!” tanya Vino kepadaku.
“ Ada apa ya? Tanyaku heran.
“ Mau bicara sebentar boleh? Balas dia memastikan. “Aku gabakal macem macem ke kamu ko.”
“ Yaudah boleh dimana tempatnya ? “ Jawabku.
“ Diluar hotel kamu😊”ucap ku .
“ Oke tunggu ya!!” Jawabku.
“oke”.
Gue pun menghampiri Vino yang berada diluar hotel.
“ ada ala Vin? Ada perlu ? Taya ku.
Iya hehe. Jawab Vino
“ Ayo msuk aja bersama teman teman ku juga!” Kataku kepada Vino.
“Engga usah disini aja, Aku Cuma mau bilang aku suka sama kamu. Bahwa kenapa kalau aku ketemu kamu itu hati aku de-degan aja . Mungkin ini cepet banget, tapi gimana ya aku emang serius ? Ucap Vino dengan nada tulus.
“ Hah? “ Gue kaget mendengarnya.
“ iya kamu mau engga jadi pacar aku atau lu mau jadi temen deket gue.” Tanya Vino.
“ Hmmmn.. .” Aku sedang memikirkan perkataan Vino tadi dan masih tidak menyangka akan secepat itu. Pada saat itu, hujan turun tanpa diduga. Sontak membuat gue kaget dan saat itu kami langsung pergi ke arah yang teduh yaitu ada halte kosong itu. Dan saat itulah hanya kami berdua berada di halte itu ditemani guyuran hujan deras dan sunyinya malam.
Bersambung.....!!!
HAL YANG TAK TERDUGA
Kami pun pulang dengan perasaan senang gembira rasa lelah yang sudah terbayarkan tadi oleh pemandangan indah dari Danau Kelimutu, Pulau Komodo, Gili Laba rasanya tidak ingin meninggalkan tempat itu. Dan akhirnya kami pulang ke hotel untuk bersih-bersih dan beristirahat sejenak. Lalu kami pun nongkrong di kafe melepaskan kepenatan kuta setelah perjalanan tadi. Tempat yang kami kunjungi itu kafe yang terkenal di NTT namanya kafe Soompi. Kafe ini menjajakan makanan yang enak dan berbagai varian kopi dan tempatnya sangat instagram-able banget. Kami akan memesan kopi dan pizza karena pizza adalah makanan favorit kami berempat.
“ Mbak!!” Reza memanggil pelayan itu.
“ Iya mas, mbak, mau pesan apa ? “ Jawab pelayan itu.
“ Saya pesan 1 hot chocolate, 2 American, 1 Cappucino, dan pizza 4 porsi ya mbak!” Jawabku.
“ Oke mbak tunggu ya!” Kata pelayan itu dengan tersenyum ramah
Ketika kami sedang menunggu makanan kami mengobrol dan melihat lihat foto yang kita abaikan tadi di Danau Kelimutu, Pulau Komodo, dan Gili Laba. Ketika kami sedang asyik kami melihat seorang lelaki menghampiri kami dengan wajah tersenyum ramah.
“ Hai!!” Vino menyapa kami.
“ Hai!!” kami jawab dengan muka bingung.
“ Perjalanan tadi seru ? “ Tanya Vino kepada kami.
“ Ya!! Tapi mengapa kamu disini Vin? “ Tanya Giza kepada Vino.
Ketika itu juga makanan telah selesai dan di antarkan oleh seorang pelayan.
“ Permisi pak.” ,ujar pelayan tersebut.
“ Ya silahkan!” , jawab Vino dengan ramah.
“ Ini hidangan nya mbak, mas selamat menikmati! Permisi bos.” Ujar pelayan itu kepada Vino.
Kami semua bengong. Dan terdengar suara cempreng menganggu lamunan kami.
“ Oh jadi kamu ya pemilik kafe ini kan ?” Tanya Giza.
“ iya hehe.” Ucap dia.
Vino adalah pemilik kafe Soompi ini. Dia adalah pengusaha muda yang sukses yang mempunyai kafe yang sudah mempunyai cabang dimana-mana.
“ Selamat makan selamat menikmati!” Ucap Vino.
“ Eh iya Vin, sini gabung, kita kan gapernah ngobrol . Ayo sini!!” ujar Reza.
“ iya Iya, boleh nih aku ikut gabung?” Tanya Vino memastikan.
“ Bolehlah gak akan kita gigit ko! HAHA” Ucap Reza.
“ Ayo sini!” ujarku.
Dari situ kami mengobrol saling tukar pikiran tentang pengalaman yang dialami masing-masing. Setelah itu kami menjadi dekat dengan Vino. Vino itu orangnya baik kok, di cepat akrab dengan siapa saja dia humble banget sih orangnya. Dan setelah itu kami pulang ke hotel untuk beristirahat. Saat dikamar Hp gue bunyi.
Klinggg!!! Suara Whatsapp hp gue.
Satu pesan belum terbaca.
“ Hai, udah nyampe hotel Tha? “ Tanya Vino dalam pesan singkatnya.
“ Udah Vin.” Jawabku membalas chat Vino.
Karena gue sekamar sama Giza dia bisa melihat diriku senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Dan akhirnya dia menanyakan ini pesan dari siapa?.aku menjawab Vino dengan malu-malu. Giza dengan wajah menggodanya dan muka dia terlihat senang karena sejak SMA ga ada yang berani menganggu nihh. Karena selama ini gue anaknya sedikit tomboy.
Nada dering Whatsapp pun berulang berdering.
“ Boleh kan kamu keluar sebentar!” tanya Vino kepadaku.
“ Ada apa ya? Tanyaku heran.
“ Mau bicara sebentar boleh? Balas dia memastikan. “Aku gabakal macem macem ke kamu ko.”
“ Yaudah boleh dimana tempatnya ? “ Jawabku.
“ Diluar hotel kamu😊”ucap ku .
“ Oke tunggu ya!!” Jawabku.
“oke”.
Gue pun menghampiri Vino yang berada diluar hotel.
“ ada ala Vin? Ada perlu ? Taya ku.
Iya hehe. Jawab Vino
“ Ayo msuk aja bersama teman teman ku juga!” Kataku kepada Vino.
“Engga usah disini aja, Aku Cuma mau bilang aku suka sama kamu. Bahwa kenapa kalau aku ketemu kamu itu hati aku de-degan aja . Mungkin ini cepet banget, tapi gimana ya aku emang serius ? Ucap Vino dengan nada tulus.
“ Hah? “ Gue kaget mendengarnya.
“ iya kamu mau engga jadi pacar aku atau lu mau jadi temen deket gue.” Tanya Vino.
“ Hmmmn.. .” Aku sedang memikirkan perkataan Vino tadi dan masih tidak menyangka akan secepat itu. Pada saat itu, hujan turun tanpa diduga. Sontak membuat gue kaget dan saat itu kami langsung pergi ke arah yang teduh yaitu ada halte kosong itu. Dan saat itulah hanya kami berdua berada di halte itu ditemani guyuran hujan deras dan sunyinya malam.
Bersambung.....!!!


Baguss nihh alur nyaa sukaa
BalasHapus